Posted on 15 Juli 2008 by Sang Ksatria
wah, beberapa hari ini pekerjaan kantor menumpuk, ditambah pekerjaan rumah yang berjubel, blum lagi proyek-proyek yang ngantri panjang …
Wajah kuyu harus berhadap dengan tampang-tampang garang penuh tuntutan… masya Alloh!
tapi aku nikmati saja, sebagaimana sambal pedas penghias rasa Bakso …
dan senyum adalah pengantar tentram yang tepat saat ini.
Fokus yang mesti kuprioritaskan adalah kepentingan kebenaran dan hak masyarakat yang perlu diperjuangkan …
aku harus bertahan dan berjuang dan tetap terus berjuang optimal !
Supaya Matahari lebih terang esok hari …
DIarsipkan di bawah: curhat, sosial | 1 Komentar »
Posted on 28 Juni 2008 by Sang Ksatria
DIarsipkan di bawah: umum | Leave a Comment »
Posted on 20 Juni 2008 by Sang Ksatria
Trah (Jawa) atau Nasab (Arab) adalah istilah yang menunjukkan garis keturuna seseorang. Adapun di Jawa maupun di Arab menggunakan sistem patrilineal yaitu mendasarkan garis keturunannya pada pihak laki-laki.
Salah satu manfaatnya yang saya ketahui selama ini mengenai trah / nasab ini adalah salah satu faktor untuk mengikat kembali tali persaudaraan. Bahkan ada salah satu istilah yang paling populer di kalangan bangsa Arab saat bertemu dengan seseorang yang belum dikenal adalah “ansib” (kata perintah : Deskripsikan nasabmu!) .
selain itu, barangkali setelah mengetahui trah / nasab, kita akan mengenal lebih jauh mengenai silsilah keturunan kita, baik dari kelebihan maupun kekurangan (termasuk penyakit keturunan).
Pada sebagian pihak menjadikan faktor keturunan sebagai kebanggaan, misalnya garis keturunan Keraton (dengan wujud tambahan status dalam penulisan nama : R.* , KRA.*, dll).
Sebagai kekayaan intelektual saja, kalau tidak keliru garis keturunan saya sebagai berikut :
1. Muhammad Satrio A , bin
2. Munadhir a.k.a Munadhir Suryono, bin
3. Yusuf a.k.a Priyo Kusumo, bin
4. Abu Hanifah a.k.a Sarqowi, bin
5. Abdusy-syakur, bin
6. …. (lupa), bin
7. Abdul Qahar, bin
8. Ketib Anom (Khotib Anom) ke- …. (lupa) – nama yang sebenarnya berawal dari status sebagai Khotib Kerajaan.
Barangkali diantara Anda ada yang memiliki garis keturunan yang bertemu dengan saya, kita bisa kenalan dan menyambung tali silaturahmi. Saya tunggu, semoga kita ketemu.
DIarsipkan di bawah: sosial, umum | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Sepercik Harapan Tanpa Sarapan
Solo, … 2000
Terpuruk aku di depan pintu
Menunggu ibu memasak tahu
Untukku yang dirindu
Tergeletak aku di depan pintu
Menunggu syahdu suara ibu
Memberitahuku tuk makan tahu
Terdengar merdu suara ibu
Lembut memberitahuku
Nak … tahunya gosong …
Sungguh tersiksa aku di depan pintu
Ini salahku tak mendengar kata ibu
Jangan remehkan sang waktu
Yang terus berlalu
Terbaring aku di depan pintu
Tiada daya, tiada rasa
Dunia gelap, sinarpun lenyap
Ku hanya ditemani kunang
Yang terbang di awang
Mati aku …
Bu, tahu … !!!
DIarsipkan di bawah: puisi dan syair | 2 Komentar »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Anugerah Ilahi
Solo, … 2000
Di pagi nan hening
Termenung sendiri aku di gardu itu
Terboyong pekat rasa gelisah
Menahan beban derita, dengan …
Kernyitan mata,
Senyum sinis menampakkan pucuk seri
Serta cengkeraman kewibawaan tangan menguatkan
Segenap daya
Menepis derita tanpa kata
Hanya suara hati yang tertahan
Menimbun kepiluan
Mata semakin mengernyit,
Napas tertahan mengejang,
Perut mengeras menguat,
Tangan semakin keras mengepal,
Mencengkeram sesuatu tanpa ragu
Segala kemampuan terluapkan
Berakhir dengan …
Gemuruh dentuman meriam buntu raksasa,
Desingan ribuan moncong senapan berhadapan
Tak terelak pula,
Desisan ular piton raksasa menghampiri,
Terkendali terompet armada,
Dan jeritan hati tak kunjung diam menahan
Terdengar suara
Kerikil besar terlontar ke sungai,
Tanda penyelesaian …
Tlah tersibak tabir surga dunia
Langit cerah bak bunga merekah
Kembali lapang ini jagad
Damai penjuru alam
Rasa lega menutup luka
Puas mengakhiri derita
“ahh” … penutup kata
ini bukanlah momok, teman …
bukan pula memalukan
Ini adalah anugerah
Kenikmatan tiada tara
DIarsipkan di bawah: puisi dan syair | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Andai (solo, … 2000)
Andai bukan keinginanmu
Andai mengabaikan … aku mampu
Tentu … tentu … tentu …
Aku esakan cintaku
Aku penuhi dan jejali hatiku
Hingga tiada ruang pun tersisa kecualimu
Andai mata ini mampu ku borgol
Aku ingin ikat ke sendalku
Hingga tiada kan lari tawananku
Hingga tiadakan membidik, lalu membunuhku
Aku berharap semua hanya mimpi
Hidupku yang penuh luka ini hanya mimpi
Mimpi yang sangat dekat nyata terjadi
Hingga aku dapat bangun dan kembali
DIarsipkan di bawah: curhat, puisi dan syair | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Aduhai Robb, ternyata selama ini Kau tahu semua pengkhianatanku pada Mu, bahkan sebetulnya Kau telah sering menyindirku.
Aduhai Robb ku, ampuni aku … maafkan kebodohanku. Mungkin aku tak patut mendapat perhatian dari Mu, bahkan kasih sayang Mu … karena sungguh aku telah mengkhianati cinta Mu.
Aduhai Robb ku yang dirindu, ampuni aku yang bebal dengan sindiran Mu … ampuni aku yang telah tuli hatiku dan buta nuraniku …
Selama ini orang yang baik menjauhiku tanpa ku tahu … hatiku kian lama, kian dingin kaku … betapa sulitnya aku mendekati ilmu … kebenaran pun seakan enggan menemuiku … sedih dan gelisah semakin menyesakkan hati tanpa ku mengerti … bahkan jasadku pun kini asing bagiku.
Allohu Robbuna, telah berbekas memang kejahatanku pada diriku …
Seperti gigi yang tanggal takkan tumbuh kembali … seperti patahnya gading yang takkan sempurna lagi … dan tinta harian atasku telah tertuang habis sulit terhilang.
Namun, sungguhlah Engkau Pemilik nama Rohman Rohim … Maha Pengasih dan Maha Penyayang … yang Ghofar Ghofur … Engkaulah Yang Maha Pengampun … pada Mu lah segala keputusan hingga makhluk terbentuk dan situasi terukir.
Maka ampunilah aku … jangan Kau berpaling dariku … jangan lagi Kau marah padaku … karena siapa lagi kalau bukan Kau harapanku.
DIarsipkan di bawah: curhat | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Biarlah Aku yang Jadi Korban
02.15, 13 Januari 2003
Biarlah kini aku yang terkorban
Asal orang tak tertimpa terulang
Biarlah aku yang sedu sedan
Asal jadi penanda jalan
Tiap malam mulai berjaga
Aku mimpikan gadis muda ceria
Gadis yang menggodaku bercanda
Hingga aku tersenyum gembira,
Sedang aku terkapar tanpa daya tanpa nyawa
Yang orang berduka, yang orang bangga
Semoga aku tertimpa dan lalu gembira
DIarsipkan di bawah: puisi dan syair | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Koboi Desa
Solo, … 2000
Nun jauh di tengah permadani hijau
Berkelakar syahdu
Dengan seruling bamboo
Di atas kendaraan nan lucu
Gemuk hitam menggerutu
Lenggok tariannya merayu
Mhoooo … suara sendu
Bertopikan selendang ibu
Di atas tunggangan itu
Duduk melamun bertopang dagu
Berbaju kulit menutup tubuh
Sarungnya terlambai terpa sang bayu
Sungguh merdu
Dendangan seruling bambu
Tak terelak
Tunggangan pun ikut berjoged melayu
Menyambut sang koboi desaku
DIarsipkan di bawah: puisi dan syair | Leave a Comment »
Posted on 18 Juni 2008 by Sang Ksatria
Kurcaci Reformasi
Solo,…2000
Besar kepalanya
Belang hidungnya
Panjang tangannya
Lidah penggosok sepatu bos
Sinis senyumnya mempesona
Rupa raksasa tampak Harjuna
Tubuh kerempeng nan tinggi semampir
Dihiasi tato porno penyelimut tubuh
Di perut buncitnya
Di lengan kanannya
Di jidat kepalanya
Bertopi biru gelap
Bertopeng superman
Berbaju hitam kelam
Berjoged riang
Di kegelapan malam
Katanya tobat
Katanya insaf
Duh Gusti …
Inikah reformasi ? …
Ataukah …
Inikah kurcaci reformasi ?
DIarsipkan di bawah: puisi dan syair | Leave a Comment »