Tulisan ini ku tujukan kepada almarhum Ayahanda tercinta … papi …Munadhir Suryana.
Ayah betapa rindu rasanya hati ini ingin bertemu denganmu. Sudah dua tahun lebih lamanya kita tak saling bercerita dan berdiskusi tentang sesuatu. Hampa rasanya rumah yang kita huni tanpamu, hambar rasanya dunia tanpa kehadiranmu. Papi, bagaimana pun perjuangan adalah perjuangan, aku akan berusaha semampu ku, insya’Alloh … yang pahit akan ku telan ku tahan, yang manis akan ku syukuri ku bagi.
Semoga Alloh mempertemukan kita ditempat yang lebih indah tak berubah, insya’Alloh.
Papi, kusuguhkan sebuah puisi kepadamu sebagai hadiah rasa cinta dan hormat kepadamu …
Cakrawala Senja
(8-9-06)
Tibalah Matahari di ujung hari
menunggu Purnama datang mengganti
Gelap cahaya Matahari tertelan malam
cahaya Purnama datang meneruskan
Seutuh Purnama takkan seterang Matahari
tapi .. tunggulah sebentar lagi
karena bulan menuntun sang fajar
yang mengusung Matahari esok hari,
lalu membentang terang dari ujung timur ke ujung barat,
mengupas kerak hitam cakrawala utara hingga selatan
Sebelum semua itu ..
biarlah sang Mentari hari ini meredup istirahat
karena sempurna tanggung jawab terlaksana … dan
rentang benang sulaman telah berhujung
Selamat tinggal Suryaku …
semoga Alloh menjumpakan kita esok hari
di hari yang berbeda dan lebih indah tak berubah
Selamat bertemu kembali Papi …
semoga Alloh selalu melimpahkan rahmat dan sayang kepadamu hingga kita dipertemukan kelak, insya Alloh,
Ananda sampaikan rindu, sayang, dan hormat,
Muhammad Satrio Anindito
Puisi yang sangat menyentuh. Aku juga teringat akan ayahku yg telah tiada. Good Luck bro