Oleh: Ksatriaku | 12 April 2007

Ha … Ha …

Ha … Ha …

18 Oktober 2001

Entah mengapa cintaku terhalang dan dihalangi
Sungguh telah ku tanam dalam cinta sejatiku,
Tapi mengapa wahai dunia …
kau berusaha mengoreknya kembali …
sungguh kau terlambat wahai dunia
karena cintaku telah tumbuh menjadi pohon yang berbuah …
bersemi bunganya wangi …
sungguh kau terlambat dunia
… ha … ha … ha …
biarpun kau adalah seribu topan badai yang bersekutu dengan gempa dan lava
untuk memutus jembatan titianku …
sungguh aku telah memegang erat tali rinduku
yang tiadakan pernah akan terputus
sungguh sesal untukmu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: