Oleh: Ksatriaku | 14 April 2007

CATATAN SI ABUD (1)

CATATAN SI ABUD (1)

Masa-masa di sekolah memang masa-masa yang enggak bisa dilupakan begitu saja. Kisah-kisah baik suka maupun duka bergulir begitu saja. Kisah indah dan kisah sedih mewarnai kehidupan cah sekolah. Eh sebentar, kisah indah itu yang kayak apa sih ? Apa sebuah kisah indah kala tertawa ria di jalan pas pulang sekolah ? Apa sebuah kenangan indah di saat duduk berdua sama si dia di bangku sekolah? Ternyata tidak ! Kalo kiota pakai kaca mata Islami, yang indah nggak lagi indah. Yang kata orang sebagai kenangan indah, endak lagi indah, bahkan menyedihkan. Catatan Si Abud ini barang kali bisa sebagai acuan gambaran kehidupan remaja pelajar, namun dengan cara pandang yang Islami.

***
Kala pagi masih menggigil dan Sang Surya pun masih males membuka selimut embunnya, dengan pasrah ku tunggu di seberang jalan. Beginilah nasib anak sekolah, saat sedang dingin-dinginnya harus ‘dah mandi dan siap berangkat. Kalo pas dinginnya kelewatan atawa bangun kesiangan, terpaksa dech cuma poles muka (ngaku tuch…).
Saat ada bus lewat, langsung saja ku melambai dengan ceria, namun hanya asap knalpotnya yang menyahutku hingga aku pun sedikit kecewa. Bus yang selanjutnya akhirnya muncul, alhamdulillah lambaian tanganku kini akhirnya sanggup menghentikan bus yang cukup besar, maka aku pun langsung naik dengan semangat menggebu (walaupun masih tercampur dengan kekecewaan asap knalpot bus). Ada tempat duduk kosong dengan sigap kududuki. Ku pandang dari kaca jendela pohon-pohon yang berkejar-kejaran, hitamnya jalan raya yang senantiasa menemani, langit cerah nan membiru, indahnya cercah sinar mentari yang menerangi, dan juga kulihat kesedihan raut muka orang yang kena tilang pak polisi di tepi jalan.

Ketika bus berhenti untuk menaikkan penumpang, naiklah sesosok makhluk manis berambut gondrong dan ..alama.a.ak ia mau duduk di sampingku yang memang masih kosong. Dan akhirnya bus makin sesak dan terus melaju.

Duuh, masih pagi kok udah diuji dengan makhluk manis kayak gini. Dia berseragam sekolah, tapi lho, roknya kekurangan bahan…je, ditambah parfum semprotnya nan menyengat, mengakibatkan aku tak berkutik, duduk menahan napas dengan pandangan ke depan. Aku terus beristighfar.

Ketika turun dari bus setelah sampai di sekolah begitu lega rasanya. Ah, memang godaan iman itu banyak sekali. Ujian bisa berupa ketakutan, kelaparan dan bisa juga… makhluk manis dalam bus! Untung aja dia engga’ macem-macem, kalo macem-macem kusikat sekalian…eh enggak ding !

***

            Malam hari aku belajar kimia. Karena banyak nyamuk, aku pun memasang obat nyamuk. Nyamuknya sih cuman satu, tapi temen-temennya itu lho yang banyak.
Saat obat nyamuk dengan setia muter-muter dan di saat aku puyeng dengan berbagai rumus kimia, secara nggak sengaja aku menginjak bara obat nyamuk. Reflek kutarik kakiku dan aku segera mengambil pasta gigi untuk kuoleskan di atas kakiku yang melepuh sebagai pertolongan pertama.

Masih terasa pedih aku merenung begitu dahsyatnya azab Alloh. Kalau apinya Alloh yang kecil macam bara api ini saja aku tak kuat menahannya, bagaimana dengan azab Alloh di neraka nanti yang panasnya berlipat-lipat ?

Ku jadi ingat ketika pagi tadi aku praktikum kimia, di sana guruku merebus air, keyang menggelegak,lalu direndamnya tabung reaksi dalam air yang menggelegak olehnya.

Ya Rabbi, bagaimana kalau aku yang Engkau rebus dalam gejolaknya cairan batu-batuan di dalam neraka? Ah, tidak mungkin aku akan sanggup menahan azab Mu Ya Alloh .

Dalam keheningan malam, satu tetes air mata membasahi buku pelajaranku. Aku pun beristighfar kepada Alloh, mohon ampun atas dosa-dosaku. Aku masih berharap ampunanNya sebab Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun….


Responses

  1. Semoga Tuhan membuka pintu taubatnya untuk anda dan saya !
    @#$%^&*()_


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: