Oleh: Ksatriaku | 14 April 2007

Kilat Mengingati

Kilat Mengingati

22 Mei 2003

Selepas senja itu
Hasrat merangkak memuncak
Mata membengkak memerah
Menekan ubun untuk meledak … karena aku manusia biasa
Dan kilat rintihan sayup menyambar menggelegar
Kini sekeras baja semerah darah, melunak tunduk memucat,
Setegar karang melebur hancur
Sungguh tiada tawa lagi … tiada tawa lagi

Mendung berduyun menepi
Menyingkap gelap di petaka pagi
Mata kembali tajam menatapi
Cakrawala bersabuk pelangi
Di sana di ujung menanti
Sungguh tiada tawa lagi … tiada tawa lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: