Oleh: Ksatriaku | 16 Oktober 2007

I’tikaf Ramadhan 1428 H

Kemaren waktu Ramadhan alhamdulillah bisa melaksanakan salah satu sunnah Nabi, yaitu melakukan i’tikaf. I’tikaf secara bahasa artinya berdiam diri, secara makna berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada ilahi. Namun lebih spesifiknya, Nabi mengajarkan caranya adalah menginap 10 hr di masjid, dengan aktifitas kurang lebih hanya: sholat, ngaji, dzikir, doa, makan, mandi dan tidur. I’tikaf dilaksanakan mulai masuk hari ke 21 romadlon hingga akhir Ramadhan.

Sayang, tahun ini mungkin i’tikafku gagal😦. Karena saya meyakini akhir Romadlon jatuh pada tanggal ke 30 romadlon (sesuai dengan keputusan dewan itsbat yang kemudian dirujuk oleh pemerintah RI), sedangkan masjid penyelenggara i’tikafnya menutup acara i’tikaf jatuh pada tanggal 29 romadlon. Mau nda mau ya harus angkat kaki dari masjid kalau mau tetap ingin sahur & buka di puasa hari ke 30, batal deh i’tikafnya …
Memang tak seperti tahun-tahun lalu karena tahun lalu biasanya saya i’tikaf di Masjid Abu Bakar Ash Shidiq UMS Pabelan, tapi karena tahun ini panitianya menyelenggarakan acara i’tikafnya di cabangnya di Magelang, yah … terpaksa harus nyari tempat lain … apa pun hasilnya saya harus berusaha mensyukuri kesempatan yang sudah Alloh karuniakan.

Ada beberapa pengalaman baru yang saya dapati tahun ini.
Kalau i’tikaf tahun2 lalu shalat tarawihnya di malam hari (pukul 01.00-03.00) diimami oleh seorang imam yang hafal Al Quran, bacaannya bagus sekali, syahdu, merdu, sampai tak terasa berulang kali air mata mengalir tiap malam, hingga berdiri 2 jam pun tak terasa capai.

Kalau tahun ini, shalat tarawih di mulai pukul 01.00-03.30 … bayang pun!!! Shalat selama 2,5 jam. Mana dengkul rasanya mo copot, kepala waktu sujud rasanya mau “dekok”, tapi lama kelamaan mulai terasa nikmat juga.
Tarawih kali ini tidak di imami orang yang hafal Al Quran (jadi shalatnya menggunakan bantuan mushaf Al Quran), namun beliau Imam adalah seorang pakar hadits, sehingga setiap aktifitas yang diselenggarakan ada referensi2 ilmiah dan terpercaya.
Menurut penyelenggara, shalat tarawih diselenggarakan selama 2,5 jam karena latihan mencoba meniru shalat tahajud dan tarawih Nabi yang dilakukan selama 5 jam … GILLAAAA !!! 2,5 jam ja rasanya dah mau ada metamorfosis fisik yang terjadi, gimana yang 5 jam yak?


Responses

  1. mas tuh i’tikafnya dimana?
    mungkin bisa gabung tahuhn depan insyaallah
    semoga Allah menyampaikan diriku di ramadhan tahun depan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: