Oleh: Ksatriaku | 6 Juni 2008

Hukum Barter dengan Maling

Ada saja peristiwa aneh yang menghampiri manusia. Lusa (Rabu,04Juni2008) beberapa HP/mobile phone di rumah saya sempat “diambil” orang yang tak dikenal, sayangnya tanpa izin.

Meski kerugian tak begitu banyak, namun hal yang membuat resah adalah salah satu HP yang diambil itu adalah HP ibu saya yang sudah terlanjur friendly di jemari beliau.

satu hal lagi yang membuat bimbang saya adalah helm si pengambil HP ketinggalan. Kira-kira saya harus bersikap bagaimana ya?

  1. Apakah saya wajib mengembalikan helm si pengambil HP tadi? sayangnya, saya belum sempat bertanya dimana rumah si pengambil HP tersebut.
  2. Apakah saya berhak menggunakan helm tersebut atau dengan istilah kasar barter dengan maling ? Bagaimana bila ternyata si pemilik helm tidak ridho bila helmnya saya gunakan, lalu bagaimana saya akan mempertanggungjawabkan di hadapan Alloh nanti?

Bagaimana menurut Anda?

nb: meski nilai ekonomis helm tersebut dibanding HP yang diambil tidak setara, tapi helmnya lumayan juga lho dari pada helm yang selama ini nyaman di kepala saya.


Responses

  1. aww.

    satriyo yo? si ayam bertanduk dari 1.6🙂

    www.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: