Oleh: Ksatriaku | 18 Juni 2008

Anugerah Ilahi

Anugerah Ilahi

Solo, … 2000

Di pagi nan hening
Termenung sendiri aku di gardu itu
Terboyong pekat rasa gelisah
Menahan beban derita, dengan …
Kernyitan mata,
Senyum sinis menampakkan pucuk seri
Serta cengkeraman kewibawaan tangan menguatkan

Segenap daya
Menepis derita tanpa kata
Hanya suara hati yang tertahan
Menimbun kepiluan
Mata semakin mengernyit,
Napas tertahan mengejang,
Perut mengeras menguat,
Tangan semakin keras mengepal,
Mencengkeram sesuatu tanpa ragu

Segala kemampuan terluapkan
Berakhir dengan …
Gemuruh dentuman meriam buntu raksasa,
Desingan ribuan moncong senapan berhadapan
Tak terelak pula,
Desisan ular piton raksasa menghampiri,
Terkendali terompet armada,
Dan jeritan hati tak kunjung diam menahan

Terdengar suara
Kerikil besar terlontar ke sungai,
Tanda penyelesaian …

Tlah tersibak tabir surga dunia
Langit cerah bak bunga merekah
Kembali lapang ini jagad
Damai penjuru alam

Rasa lega menutup luka
Puas mengakhiri derita
“ahh” … penutup kata

ini bukanlah momok, teman …
bukan pula memalukan
Ini adalah anugerah
Kenikmatan tiada tara


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: