Oleh: Ksatriaku | 18 Juni 2008

Sepercik Harapan Tanpa Sarapan

Sepercik Harapan Tanpa Sarapan

Solo, … 2000

Terpuruk aku di depan pintu
Menunggu ibu memasak tahu
Untukku yang dirindu

Tergeletak aku di depan pintu
Menunggu syahdu suara ibu
Memberitahuku tuk makan tahu

Terdengar merdu suara ibu
Lembut memberitahuku
Nak … tahunya gosong …

Sungguh tersiksa aku di depan pintu
Ini salahku tak mendengar kata ibu
Jangan remehkan sang waktu
Yang terus berlalu

Terbaring aku di depan pintu
Tiada daya, tiada rasa
Dunia gelap, sinarpun lenyap
Ku hanya ditemani kunang
Yang terbang di awang
Mati aku …
Bu, tahu … !!!


Responses

  1. silaturohim ke blog ini, ada2 saja yg membuat saya tertawa…jazaakallah… ^_^

  2. ada yg lupa dink,

    tetap semangadhh!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: