Oleh: Ksatriaku | 18 Oktober 2008

Manajemen Waktu (tidur 4 jam cukup)

Ada perubahan cukup dramatis dalam hidupku khususnya dalam manajemen waktu hidup keseharianku.

Berikut sketsa kasar daur hidupku yang dimulai sejak Ramadhan 1429 H khususnya pada 10 hari yang terakhir yang sebagian waktuku ada di dalam masjid karena aktifitas I’tikaf (meski gak sempurna ding) :

04.00 – 06.00 : shalat shubuh berjamaah di masjid Baitul Makmur Solo Baru dilanjutkan dengan I’tikaf (berdiam diri : membaca Al Quran & berdoa) hingga terbit waktu Dluha dan diakhiri dengan shalat Dluha, sebagaimana anjuran Nabi dan pahala haji sebagai balasannya
06.00 – 08.30 : tidur (bingung, entah dianggap tidur malem atau siang?)
08.30 – 09.00 : perjalanan pulang ke rumah
09.00 – 12.00 : kulak bahan-bahan baku ON DE STRIT (udah termasuk mandi lho!), tapi kadang kalo sudah ready stock jadi ada kesempatan nge-net di warnet
12.00 – 12.30 : shalat Dhuhur berjamaah di masjid terdekat
12.30 – 13.00 : tidur siang / qailula
13.00 – 15.00 : membuat adonan ON DE STRIT
15.00 – 15.30 : shalat Ashar berjama’ah di masjid terdekat
15.30 – 16.00 : mandi (kadang :D)
16.00 – 17.30 : ON DE STRIT time
17.30 – 18.00 : buka puasa + shalat Maghrib berjamaah di masjid terdekat
18.00 – 18.45 : makan berat sambil nge- ON DE STRIT
18.45 – 19.15 : shalat Isya berjamaah di masjid terdekat
19.15 – 22.00 : tetep bertahan ON DE STRIT
22.00 – 22.30 : perjalanan di masjid Baitul Makmur Solo Baru
22.30 – 01.00 : I’tikaf (berdiam diri : membaca Al Quran & berdoa)
01.00 – 03.00 : shalat malam berjamaah
03.00 – 04.00 : sahur

Bila berdasarkan daur hidup di atas, berarti kesempatan tidurku dalam sehari ada 3 jam efektif insya-allah (alhamdulillah)

Selepas lebaran, ada perubahan jadwal seperti berikut :

04.00 – 05.00 : shalat shubuh berjamaah di masjid terdekat
05.00 – 09.00 : nge-net di warnet tercepat + termurah
09.00 – 12.00 : ngantor / IT time
12.00 – 12.30 : shalat dhuhur berjamaah di masjid terdekat
12.30 – 13.00 : masih ngantor (kalau agak longgar, ya kesempatan molor)
13.00 – 15.00 : membuat adonan ON DE STRIT
15.00 – 15.30 : shalat Ashar berjama’ah di masjid terdekat
15.30 – 16.00 : mandi (kadang :D)
16.00 – 17.30 : ON DE STRIT time
17.30 – 18.00 : shalat Maghrib berjamaah di masjid terdekat
18.00 – 18.45 : nge-ON DE STRIT
18.45 – 19.15 : shalat Isya berjamaah di masjid terdekat
19.15 – 22.00 : tetep bertahan ON DE STRIT
22.00 – 24.00 : it’s cyber time (mulai urutan ini sering sulit konsekuen & komitmen, kadang pukul 22.30 udah molor, tapi tak jarang juga pukul 01.00 atau kadang 02.30 masih melototin monitor)
24.00 – 04.00 : bubuk

Bila berdasarkan daur hidup saya di kehidupan normal (sebagaimana di atas), berarti kesempatan tidurku dalam sehari ada sekitar 4,5 jam efektif insya-allah (idealnya), tapi sering juga berubah tak karuan hingga 3 jam atau 5,5 jam atau kadang malah bisa sampai 8 jam (entah nyuri waktu dari mana?)

Walau bagaimanapun saya punya target perubahan ke arah yang lebih baik, paling tidak dimulai dengan perubahan di sebagaian jadwal daur hidup harian saya sebagaimana berikut :
………..
22.00 – 02.00 : bubuk
02.00 – 03.30 : cyber time
03.30 – 04.00 : shalat malam sendirian

sehingga dalam sehari, saya memiliki kesempatan tidur untuk mengistirahatkan fisik selama 4 jam efektif + 0,5 jam (tidur siang) dan keuntungan lebih dari jadwal sebelumnya adalah tidur dimulai 2 jam lebih awal sebelum pukul 24.00 untuk lebih mengefektifkan produksi sel darah merah dalam tubuh.

Selain dari manajemen waktu yang lebih tepat, saya ingin untuk lebih giat, komitmen dan tekun dalam bekerja keras dan bekerja cerdas.

Berikut tadi uraian daur hidup saya. Semoga saya terlindung dari sombong atau takabur yang merusak semua amal, usaha dan jerih payah saya.

Maksud posting ini adalah saya ingin Anda sebagai saksi bahwa
saya telah berkomitmen untuk MENJADI LEBIH BAIK DAN LEBIH BAIK.

Demikian komitmen saya. Mohon dukungan dan doa.

Ganbarimassu !!! Watchiaaaaat !!! …

nb :
terima kasih kepada Bp Romi Satria Wahono dalam posting http://romisatriawahono.net/2008/05/15/3-kiat-jitu-mengatur-waktu/
yang menjadi penyemangat terjadinya perubahan manajemen waktuku menjadi lebih baik. Saya jadi lebih bersemangat karena tahu bahwa “rencanaku” (tidur 4 jam cukup) ternyata telah lama menjadi kebiasaan orang dan itu sangat mungkin dilakukan.


Responses

  1. maaf izin ngopy yah..buat arsip pribadi..:)

    • wah, ini bukan artikel lho. gak penting lah, mosok masih mau di copy?

  2. keren bro…

    tingkatkan…:mrgreen:

  3. lanjut gan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: