Oleh: Ksatriaku | 13 Januari 2011

ilir-ilir

bapak_angon_kebo

bapak_angon_kebo

Ilir-ilir

lir-ilir, lir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
‘cah angon, ‘cah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot iro
Dodot iro, dodot iro
kumitir bedhah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
Dho surak’o… surak hiyo…

ilir-ilir ini merupakan salah satu judul Tembang Dolanan. Lagu anak-anak di tanah Jawa.

Sampai saat ini saya belum menemukan rujukan baku penafsiran dari syair ini. Bahkan siapa pengarangnya pun ada berbagai pendapat. Ada yang berpendapat gubahan Sunan Kalijogo, ada pula Sunan Bonang, dan berbagai macam versinya. Paling tidak ada pemahaman umum mengenai tafsir dari syair yang sarat muatan nasehat Islam ini.

lir-ilir, lir-ilir
Ayo bangun.. ayo bangun (dari tidur) = maksudnya ini adalah seruan agar bangkit dari lemah dan malas-malasan

tandure wus sumilir
Tanaman pertanian mulai bersemi = Pertanian yang bersemi ini menggambarkan Bahwa dakwah Islam sudah mulai menuai hasil

tak ijo royo-royo
demikian menghijau berseri = Dakwah Islam kian semarak mewarnai negeri. Bahkan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa pun sudah kental dengan nilai Islam

tak sengguh temanten anyar
Bagai pengantin baru = Maksudnya, meskipun demikian semaraknya dakwah Islam di tanah Jawa, namun masih sangat muda seperti pengantin muda dalam jenjang pernikahannya. Ada pula yang menafsirkan ‘temanten anyar’ adalah raja-raja Jawa yang baru masuk Islam.

‘cah angon, ‘cah angon
hai anak gembala.. hai anak gembala.. penggembala dalam bahasa Arabnya adalah ro’in, berarti pula pemimpin. Demikian pula secara adat (‘urf) Arab pun memahami sebagai pemimpin.

penekno blimbing kuwi
ambilkanlah buah blimbing itu = Belimbing adalah buah yang memiliki 5 sudut, yang mengandung maksud Aqidah Islam, yaitu Rukun Islam yang 5. Pohon belimbing itu berukuran pendek dibanding dengan pohon-pohon buah yang lain. Dan biasanya memetik buahnya pun sangat mudah, bahkan bisa dipetik oleh anak kecil. Namun maksud minta tolong memetikkan buah ini adalah agar para raja-raja di Jawa mengambil Syariah (buah) itu untuk menaungi rakyatnya.

lunyu-lunyu penekno
walaupun licin tetap panjatlah = Meskipun penuh rintangan, tetap panjatkanlah ..

kanggo mbasuh dodot iro
untuk mencuci dodot mu = Dodot adalah pakaian adat Jawa dari kain batik atau cindai panjang dan lebar, biasanya dipakai pd upacara resmi oleh pengantin.

Dodot iro, dodot iro
kumitir bedhah ing pinggir
Pakaianmu .. pakaianmu .. dibagian tepi pakaian sobek tertiup angin = Ini seruan mengingatkan para penguasa Islam di tanah Jawa agar memperhatikan bahwa dodot (pakaian kebesaran) yang dikena maksudnya adalah aqidah yang telah melindungi diri dan rakyatnya itu compang-camping dan dan terlihat melambai saat tertiup angin. Compang-camping ini maksudnya aqidahnya masih bercampur dengan kesyirikan, tahayul, khurofat dan lainnya yang masih kental pengaruh budaya Hindu. Pinggir, maksudnya rakyatnya yang berada dipinggiran. Khususnya di wilayah pesisir yang kental dengan penyimpangan.

dondomono, jlumatono
Jahit dan benahilah = Perbaikilah aqidahmu dan rakyatmu. Perbaikilah kerusakan-kerusakan di negerimu.

kanggo sebo mengko sore
untuk menghadap di masa senja hari = Maksudnya untuk mempersiapkan diri mempertanggungjawabkan setiap amanah di akhir kehidupan, yaitu di akhirat kelak.

Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane
Mumpung bulan tengah terang. mumpung waktu luang masih terbentang = Masa pada waktu itu dikiaskan dengan malam, yaitu masa-masa kelam penuh kejahiliyahan. Dan terangnya rembulan sebagai kias datangnya hidayah Islam yang menyinari seluruh negeri. Segeralah memperbaiki diri dan rakyatmu dari berbagai kerusakan, mumpun masih terbentang luas kesempatan.

Dho surak’o… surak hiyo…
Ayo bersorak.. sorak hore… Sambutlah seruan ini dengan gembira. Mari kita terapkan syariat Islam secara sempurna.

Ref: dari berbagai sumber


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: